Waingapu, Sumba Timur – Media Humba.com, Ditengah krisis akan akses energi listrik Nasional. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur hadir dengan suatu terobosan melalui pemanfaatan energi terbarukan untuk membangun sistem energi yang lebih adil, berkelanjutan, dan demokratis bagi masyarakat Desa yang belum tersentuh akan akses listrik.
Hingga saat ini masih terdapat 35 Desa di Kabupaten Sumba Timur yang masih tertinggal dari berbagai akses, baik akses listrik maupun infrastruktur.
Hari ini, selasa, (18 November 2025), Pemerintah menggelar rapat pembahasan percepatan permohonan proposal Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS/PLTMH) untuk 35 Desa yang belum terjangkau akses listrik. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia atas permintaan Bupati Sumba Timur "Umbu Lili Pekuwali, S.T.,M.T., terkait pemasangan listrik PLTS/PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro).
Gagasan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah untuk menjawab setiap kebutuhan masyarakat Desa akan akses listrik. Disadari bahwa sampai detik ini keterbatasan akan energi listrik masih menjadi penghambat utama pembangunan ekonomi lokal. Ketidakpastian pasokan listrik membuat usaha kecil sulit berkembang, kesempatan belajar bagi anak-anak dengan fasilitas yang memadai masih sangat terbatas.
Rapat yang diadakan di Aula Patola Kamba Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Timur ini di pimpin langsung oleh Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom.,M.Ap., serta dihadiri oleh para Asisten pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Timur, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala UP2K PLN Waingapu, para Pimpinan OPD terkait, para Camat dari setiap desa terkait serta 35 Kepala Desa yang menjadi target program tersebut.
Dalam sambutannya, Yonathan Hani, menyampaikan bahwa ketersediaan energi listrik merupakan salah satu faktor krusial dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah serta menjawab setiap permasalahan yang ada di masyarakat.
"Pemasangan PLTS/PLTMH ini adalah solusi strategis untuk mengatasi masalah keterbatasan akses listrik di desa-desa yang sampai saat ini belum terjangkau. Dengan adanya listrik, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas ekonomi, anak-anak dapat belajar dengan lebih baik, dan pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal," ujarnya.
Lebih lanjut, Yonathan Hani, mengungkapkan bahwa, saat ini Kabupaten Sumba Timur di hadapkan dengan pemotongan dana fiskal Daerah secara besar-besaran, dan tidak memungkinkan untuk mengakses seluruh tingkat kebutuhan Masyarakat dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumba Timur.
Sehingga Pemerintah mengambil satu langka srategis dengan membangun kalaborasi dengan seluruh pihak, baik itu BUMN, BUMD dan Kementerian untuk percepatan pembangunan akses energi dan infrastruktur di Daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Sumba Timur.
"Kami berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan energi terbarukan di Sumba Timur. Kami percaya, dengan kerja keras dan kolaborasi yang solid dari Pemerintah Daerah sampai Pemerintah Pusat, kita dapat mencapai target pembangunan PLTS dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Yonathan Hani.
Selain itu, rapat ini juga membahas mengenai langkah-langkah strategis untuk mempercepat proses pengajuan proposal dari masing-masing desa, kelengkapan berkas-berkas administrasi, mekanisme pengalokasian anggaran yang efektif dan efisien, serta model pengelolaan dan pemeliharaan PLTS/PLTMH yang berkelanjutan, dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menargetkan agar seluruh proposal dan kelengkapan berkas administrasi segera di lengkapi agar dapat diajukan dan disetujui, sehingga pembangunan PLTS dapat segera dimulai.***
Liputan : Media Humba

