Waingapu - Media Humba. Com - Proyek tambak udang modern yang di rancang sangat besar ini mencakup lahan seluas sekitar 2.000 hektar dengan nilai investasi di perkirakan mencapai Rp 7 triliun siap di mulai pengerjaannya bulan Desember ini. (05/12/2025).
Pembangunannya ditargetkan rampung dalam waktu tiga tahun, dan masa pemeliharaan satu tahun.• KKP Siapkan 2.000 Hektare Lahan untuk Integrated Shrimp Farming di Sumba Timur• “Lahan yang digunakan adalah lahan tidak produktif. Kami memastikan tidak ada konversi hutan mangrove untuk tambak,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono saat berkunjung ke lokasi beberapa waktu lalu.
Kawasan budidaya udang terintegrasi ini akan dibangun di Desa Palakahembi dan Kelurahan Watumbaka, Kecamatan Pandawai, di atas lahan negara yang dinilai tidak produktif.
Proyek ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) untuk menjadikan Indonesia sebagai produsen udang terbesar dunia dengan sistem budidaya yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Mega proyek ini tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
KKP menyebut proyek ini akan mengintegrasikan seluruh rantai produksi, mulai dari hulu, pembenihan, Pakan, dan Infrastruktur hingga hilir pengolahan dan Ekspor.
Dengan sistem tersebut, diharapkan kawasan ini mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal, terutama dari masyarakat sekitar Sumba Timur.
"Kami merencanakan proyek ini dari tahun 2022 dan proses ini sangat panjang dan tidak mudah namun kami tetap berkomitmen agar proyek ini bisa realisasi di bangun dan kalau tidak ada halangan maka dalam bulan ini kami akan mulai proses pekerjaannya.” Ucap Sekrataris manejer dari CV. Adi Karya.
Berikut secara teknis di paparkan oleh Adi Sucipto selaku Projek Manejer dari Konsorsium KSO. Selain aspek ekonomi, proyek ini juga di rancang dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Pembangunannya tidak akan menyentuh kawasan mangrove dan akan menggunakan teknologi pengolahan air limbah modern (IPAL) agar tidak mencemari pesisir. "Alatnya lumayan mahal namun kami akan upayakan limbahnya tidak di buang ke laut namun akan di olah agar bisa di manfaatkan untuk di jadikan pupuk." ucap Adi.
Pemerintah daerah Sumba Timur sendiri menyambut positif proyek besar ini. Selain membuka lapangan kerja baru, proyek ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus membuka akses pasar ekspor bagi komoditas unggulan perikanan NTT.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, maka Sumba Timur akan menjadi sentra tambak udang modern pertama di kawasan timur Indonesia, menyusul pembangunan model serupa yang lebih dulu dibangun di Kebumen, Jawa Tengah.***
Liputan : Media Humba


Berita Terkait
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur Audiensi Bersama Tim Koordinasi Program TEKAD
Ujian Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Pejabat Tinggi Pratama Digelar Pemerintah Kabupaten Sumba Timur
Media Center Sumba Timur diluncurkan Untuk Memudahkan Pelayanan dan Corong Informasi Publik.
Aksi Damai di Kantor ATR/BPN Sumba Timur Terkait Peninjauan Tanah di Malai Kababa
PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia Bersama BMM Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah di Desa Watuhadang untuk Dorong Wisata Tanpa Sampah di Sumba Timur
Darma Wanita Persatuan Sumba Timur Rayakan HUT ke XXVI : Peran Strategis Dalam Pendidikan Anak Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045
Bupati Sumba Timur Membuka Kegiatan JAMCAB Gerakan Pramuka Sumba Timur; Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini
Wamen ESDM Didampingi Bupati Sumba Timur Resmikan PLTMH Wairara
Ziarah Nasional ke Taman Makam Pahlawan Sebagai Momentum Memperingati Hari Pahlawan Nasional
Kunjungan Kerja Wakil Menteri ESDM di Sumba Timur dalam Rangka Memperkuat Pelaksanaan PSN di Sektor Energi