Waingapu — Media Humba.com.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Wairara, Kecamatan Mahu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (29/10/2025).
Kegiatan peresmian PLTMH Wairara dengan tema “Merdeka dari Kegelapan” juga dihadiri Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumba Timur serta rombongan dari Kementerian ESDM.
Program ini bertujuan untuk mewujudkan kedaulatan dan transisi energi di seluruh Indonesia.
PLTMH Wairara yang berkapasitas 128 kW menjadi contoh keberhasilan pemanfaatan energi air skala kecil yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kondisi geografis daerah Sumba Timur.
Pembangkit listrik ini diharapkan mampu menerangi 105 rumah tangga, termasuk fasilitas pendidikan, kesehatan, kantor pemerintahan, serta fasilitas publik lainnya di Desa Wairara sejak mulai beroperasi pada November 2022.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa keberadaan PLTMH Wairara tidak hanya menyediakan energi bersih, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian lokal.Selain PLTMH Wairara, pada tahun 2026 memungkinkan sebanyak 23 desa lainnya di Sumba Timur akan dieksekusi untuk program serupa.
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM atas pembangunan infrastruktur energi di wilayah Sumba Timur.
“Kami berharap dengan adanya pembangkit listrik ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta menumbuhkan ekonomi baru di wilayah Kecamatan Mahu,” ungkapnya.
Acara peresmian ini juga dilakukan secara hybrid. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memimpin dari Minahasa, sementara Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Sumba Timur, dan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi dari Papua Barat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan merupakan langkah strategis untuk memperluas akses listrik di wilayah frontier. Ia menargetkan pada tahun 2030, seluruh desa dan kelurahan di Indonesia sudah teraliri listrik.
“Saya perintahkan pada tahun 2029 hingga 2030 semua desa dan kelurahan di Indonesia sudah memiliki akses listrik. Anak-anak bangsa harus mendapatkan fasilitas yang layak untuk belajar dan berusaha,” tegasnya.
Liputan: Media Humba


Berita Terkait
Media Center Sumba Timur diluncurkan Untuk Memudahkan Pelayanan dan Corong Informasi Publik.
PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia Bersama BMM Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah di Desa Watuhadang untuk Dorong Wisata Tanpa Sampah di Sumba Timur
Kunjungan Kerja Ke Sumba Timur, Menteri KKP RI Wahyu Trenggono Memantau Pembangunan KNMP di Kelurahan Kamalaputi
Aksi Damai di Kantor ATR/BPN Sumba Timur Terkait Peninjauan Tanah di Malai Kababa
Kunjungan Kerja Wakil Menteri ESDM di Sumba Timur dalam Rangka Memperkuat Pelaksanaan PSN di Sektor Energi
Darma Wanita Persatuan Sumba Timur Rayakan HUT ke XXVI : Peran Strategis Dalam Pendidikan Anak Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Bunda PAUD Se-Nusa Tenggara Timur Tahun 2025
Wakil Bupati Sumba Timur Hadiri Diskusi Belajar Silang Lintas Sektor untuk Ekonomi Restoratif, Pertanian Regeneratif, Ekonomi Kreatif, dan Inovasi Berbasis Agroekologi Bambu Diselenggarakan oleh YBLL
Bupati Sumba Timur Membuka Kegiatan JAMCAB Gerakan Pramuka Sumba Timur; Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur Audiensi Bersama Tim Koordinasi Program TEKAD