Waingapu - Media Humba.Com - Dalam suasana yang khidmat dan penuh kekeluargaan, Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.AP., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun KORPRI ke-54, Hari Ulang Tahun PGRI ke-80, dan Hari Guru Nasional Tahun 2025 di Halaman Depan Kantor Bupati Sumba Timur. Upacara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pelayanan publik dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumba Timur, Senin 01 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Yonathan Hani menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh ASN atas dedikasi dan komitmen mereka dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Beliau juga memberikan penghormatan kepada para guru yang telah berjuang mencerdaskan generasi muda, khususnya di Kabupaten Sumba Timur.
Wakil Bupati menekankan bahwa peringatan gabungan HUT KORPRI, HUT PGRI, dan Hari Guru Nasional ini menjadi wadah refleksi dan motivasi untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kinerja di seluruh sektor pemerintahan maupun dunia pendidikan. "Kami berharap momentum ini dapat memperkuat semangat kita untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Peringatan HUT KORPRI, PGRI dan Hari Guru tahun ini menjadi refleksi nasional untuk memperkuat komitmen pengabdian semua pihak untuk bekerja lebih cepat, sigap, dan berintegritas demi mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahterah.
Dalam pidotanya mentri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. mengatakan, "Untuk meningkatkan kesejahteraan guru, Pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi sebesar dua juta rupiah perbulan untuk guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu kali gaji pokok untuk guru - guru ASN, Bagi guru honorer diberikan insentif 300.000 rupiah per bulan, Semua tunjangan dan insntif di transfer langsung di rekening guru." Ucapnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan "Pemerintah menyadari berbagai insentif dan tunjangan untuk guru belum sebagaimana yang di harapkan, tetapi Pemerintah berkomitmen untuk berbuat yang lebih baik, Tahun 2026, Kesempatan untuk melanjutkan studi dengan bea siswa dibuka untuk 150.000 orang guru, Tunjangan guru honorer di naikan dari 300.000 rupiah menjadi 400.000 rupiah."
"Tugas adminitratif guru di kurangi, kewajiban mengajar tidak mutlak 24 jam, Ada satu hari belajar guru dalam sepekan, Kebijakan tersebut dimaksudkan agar guru dapat lebih fokus melakukan tugas utama sebagai Pendidik profesional, melaksanakan tugas pembelajaran, membimbing, dan meningkatkan kualitas diri."
"Di era digital dan globalisasi, guru menghadapi tantangan yang semakin berat, mulai dari gaya hidup hedonis dan materialistis hingga tuntutan masyarakat yang semakin tinggi. Guru juga dihadapkan pada tantangan sosial, budaya, moral, dan politik. Karena itu, guru harus tampil lebih percaya diri dan berwibawa."
“Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban, memiliki tugas profetik: mencerdaskan, membangun nalar kritis, hati yang jernih, dan akhlak mulia. Untuk tugas mulia ini, saya mengajak para guru meluruskan niat, memperkuat motivasi, dan meneguhkan diri. Saya juga menghimbau masyarakat, orang tua, dan semua pihak untuk menghargai jerih payah para guru,” tegas Abdul Mu'ti.
Untuk memastikan perlindungan terhadap guru dalam melaksanakan tugas, Abdul Mu'ti juga menyampaikan bahwa ia telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala Kepolisian RI mengenai penyelesaian damai (restorative justice) bagi masalah yang melibatkan guru, murid, orang tua, maupun LSM terkait tugas pendidikan.***
(Dilansir dari akun resmi Frotokol Kab. Sumba Timur dan berbagai sumber).
Media Humba


Berita Terkait
Harapan Masa Depan Terbangun: Beasiswa Humba Cerdas Diberikan Wabup ke 142 Mahasiswa
Program Revitalisasi SMA Negeri 3 Waingapu Diresmikan, Wujud Komitmen Pemerintah Dalam Mendukung Sarana dan Prasarana Pendidikan Di Sumba Timur
Di Penghujung Desember Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kristen Sumba Wisuda 149 Mahasiswa