Pemerintah Kabupaten Sumba Timur Gandeng Universitas Padjadjaran (UNPAD) dalam Riset Ekosistem Kawasan Transmigrasi Melolo

photo author
- Senin, 10 November 2025
Pemerintah Kabupaten Sumba Timur Gandeng Universitas Padjadjaran (UNPAD) dalam Riset Ekosistem Kawasan Transmigrasi Melolo

Waingapu-Media Humba.Com, Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, S.Kom., M.Ap., memimpin langsung Fokus Group Discussion (FGD) validasi riset ekosistem kawasan transmigrasi Melolo. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Patola Kamba, Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Timur. Senin, (10/11/2025).

Kegiatan riset ini merupakan tindak lanjut dari Program Kementerian Transmigrasi dalam mendukung percepatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) serta peningkatan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi melolo. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, pimpinan perangkat daerah, tim peneliti (akademisi) dari universitas Padjadjaran (UNPAD) serta para pemangku kepentingan lainnya.

 Fokus Group Discussion (FGD) ini bertujuan untuk memvalidasi hasil riset yang telah dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan di kawasan transmigrasi Melolo.

Data riset yang di peroleh dalam penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan suatu gambaran yang komprehensif mengenai potensi dan tantangan dalam pengembangan kawasan transmigrasi sehingga menjadi dasar atau rujukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan guna terwujudnya keberlansungan ekosistem lingkungan yang sehat serta peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di kawasan tersebut.

 Yonathan Hani, selaku wakil bupati Sumba timur dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa validasi data dan informasi sangatlah penting dalam menunjang arah pembangunan dan peningkatan pelayanan di tengah masyarakat.

"Perencanaan dan pengambilan kebijakan dalam peningkatan pembangunan ekonomi masyarakat dan daerah harus di dasar oleh Data yang valid dan akurat. Oleh karena itu, saya berharap dalam Forum ini, kita dapat menghasilkan masukan yang konstruktif dan bermanfaat bagi pengembangan kawasan transmigrasi Melolo," ujarnya.

 Ketua tim penelitian dari universitas Padjadjaran (UNPAD) Prof. Budi Harsanto, menjelaskan bahwa dalam pengumpulan data riset ini telah melalui berbagai tahapan dan pendekatan dengan berbagai sumber terpercaya.

"Kami telah melakukan survei, wawancara serta observasi lapangan untuk mendapatkan data yang akurat dan relevan. Hasil riset ini menunjukkan bahwa kawasan transmigrasi Melolo memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, namun masih terdapat berbagai tantangan yang harus segera di selesaikan, diantaranya keterbatasan infrastruktur, tersediaan air bersih, akses pasar sebagai perputaran ekonomi, dan  sumber daya manusia," jelasnya.

 Tantangan ini menjadi PR bagi pemerintah kabupaten sumba timur dan seluruh pemangku kepentingan. Kawasan dengan potensi besar memerlukan inovasi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan lembaga-lembaga terkait.

FGD ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan strategis untuk pengembangan kawasan transmigrasi Melolo yang lebih baik. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berkomitmen untuk menindaklanjuti hasil riset ini dengan program-program yang inovatif dan berkelanjutan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan.***

Liputan : Media Humba

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berita Terkait

Terkini

X
Iklan Media Humba