Waingapu – Media Humba. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menunjukkan komitmen kuat dalam menggenjot sektor pertanian melalui persiapan matang Program Optimasi Lahan Non-Rawa tahun 2025. Kesiapan ini ditandai dengan perancangan kegiatan strategis serta penyerahan secara simbolis buku rekening BRI kepada 121 kelompok tani pelaksana sebagai langkah konkret mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di wilayah Sumba Timur.
Rapat perancangan kegiatan Optimasi Lahan Non-Rawa digelar di Aula Sekda (Patola Ratu) Kabupaten Sumba Timur, Rabu (01/10/2025). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sumba Timur; para asisten pada Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Timur; Kepala Dinas Pertanian; Kepala DLH Kabupaten Sumba Timur; Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumba Timur; Kasdim 1601/Sumba Timur; Kepala BRI Cabang Sumba Timur; Kepala Badan Pusat Statistik (BPS); BP3K; serta 121 ketua kelompok tani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Timur dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan petani untuk mencapai target peningkatan hasil panen serta mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Sumba Timur. Pemetaan potensi lahan, penentuan komoditas unggulan yang adaptif terhadap karakteristik tanah non-rawa, serta strategi implementasi teknologi pertanian modern yang berkelanjutan merupakan langkah strategis yang perlu dikembangkan.
“Untuk mendukung pengembangan produktivitas di sektor pertanian, kami akan menyerahkan buku rekening BRI kepada 121 kelompok tani yang telah lolos verifikasi sebagai pelaksana program. Penyerahan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyalurkan bantuan operasional dan modal kerja kepada masyarakat tani. Dengan akses langsung ke rekening ini, diharapkan kelompok tani dapat mengelola dana bantuan dengan lebih efektif,” ungkap Kepala Dinas.
Program Optimasi Lahan Non-Rawa ini menjadi salah satu prioritas utama dalam mewujudkan ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani di Sumba Timur.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan kegiatan optimasi lahan ini, terutama kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, DLH Kabupaten Sumba Timur, Dinas PUPR Kabupaten Sumba Timur, serta BRI Cabang Waingapu atas kerja samanya dalam mendukung program ini.
“Optimasi lahan non-rawa merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian di daerah kita. Dengan memanfaatkan teknologi dan metode yang tepat, kita dapat mengubah lahan yang kurang produktif menjadi lahan yang menghasilkan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Sumba Timur.
Saya berharap, dengan adanya kegiatan ini, para petani dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengelola lahan pertanian secara lebih efektif dan efisien. Selain itu, dengan adanya buku rekening BRI, diharapkan pengelolaan keuangan kelompok tani dapat menjadi lebih transparan dan akuntabel, serta memastikan bahwa setiap bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Sumba Timur,” ujar Umbu Lili.
Dengan persiapan yang komprehensif dan dukungan penuh dari berbagai pihak, kegiatan Optimasi Lahan Non-Rawa di Kabupaten Sumba Timur diharapkan dapat berjalan sukses pada tahun 2025. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memperluas area tanam produktif, tetapi juga memberdayakan petani lokal melalui akses permodalan dan teknologi, sehingga membawa harapan baru bagi kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.***
Liputan: MediaHumba


Berita Terkait
Wakil Bupati Sumba Timur Tekankan Semangat Pelestarian Warisan Leluhur kepada Generasi Muda pada Simposium Budaya Sumba 2025