Waingapu, MediaHumba.com – Elvis Karwelo kembali dipercaya memimpin Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Sumba Timur setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (MUKAB) KADIN Sumba Timur Tahun 2026.
Pelantikan dan pengukuhan Ketua serta jajaran pengurus KADIN Sumba Timur masa bakti 2026–2031 dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026), bertempat di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum KADIN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, dan dihadiri Wakil Bupati Sumba Timur Yonathan Hani, Dandim 1601/Sumba Timur Letkol Arm Adwi Prasetya, serta sejumlah pejabat daerah dan undangan lainnya.
Kembalinya Elvis Karwelo sebagai Ketua KADIN Sumba Timur menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha dan pembangunan ekonomi daerah. Kepengurusan baru diharapkan mampu mengoptimalkan potensi unggulan Sumba Timur, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, peternakan, serta pariwisata.
Dalam sambutannya, Elvis menegaskan bahwa KADIN harus menjalankan peran yang lebih luas daripada sekadar menjadi organisasi yang menghimpun para pengusaha. Menurutnya, KADIN merupakan wadah bersama bagi dunia usaha yang memiliki tanggung jawab untuk membangun komunikasi dan menjembatani kepentingan pelaku usaha dengan pemerintah.
“KADIN bukan hanya organisasi para pengusaha tapi rumah besar dunia usaha yang menjembatani kepentingan pelaku dunia usaha dengan pemerintah serta menjadi penggerak pembangunan ekonomi khususnya di Kabupaten yang kita cintai ini,” ujar Elvis.
Ia berharap, melalui kepengurusan yang baru, KADIN Sumba Timur semakin aktif menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi pelaku usaha, memperluas peluang investasi, serta mendorong tumbuhnya usaha lokal yang mampu bersaing dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, mengingatkan pentingnya kejelian para pelaku usaha dalam membaca peluang ekonomi, khususnya potensi pariwisata di Pulau Sumba. Ia menilai, pergerakan wisatawan yang berkunjung ke Sumba Barat dan Sumba Barat Daya untuk menyaksikan atraksi budaya Pasola dapat menjadi peluang bisnis yang turut dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Sumba Timur.
Menurut Bobby, potensi tersebut perlu dikelola melalui sinergi antardaerah dan kesiapan para pelaku usaha dalam menyediakan berbagai kebutuhan wisatawan, mulai dari akomodasi, destinasi wisata, kuliner khas, hingga produk cendera mata lokal.
“Ada potensi wisata yang besar dan perlu dicermati semua kita di Pulau Sumba ini terutama pelaku usaha. Wisatawan yang misalnya ke Sumba Barat dan Barat Daya untuk nonton Pasola, kita yang di Sumba Timur bisa membaca peluang dengan sinergitas untuk menyiapkan dari sisi akomodasi dan tempat tujuan wisata sebelum maupun setelah atraksi Pasola itu selesai untuk dinikmati wisatawan. Seperti kuliner khas, cendera mata, dan lainnya,” urai Bobby.
Ia menekankan bahwa peluang ekonomi pariwisata tidak seharusnya dipandang secara sektoral. Sebaliknya, pelaku usaha perlu membangun keterhubungan antarsektor agar manfaat kunjungan wisatawan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan dunia usaha di seluruh wilayah Pulau Sumba.
Selain pariwisata, Bobby juga mendorong anggota KADIN untuk memberikan perhatian serius terhadap sektor pertanian dan pangan. Menurutnya, kebutuhan masyarakat terhadap pangan merupakan peluang usaha yang berkelanjutan dan dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah apabila dikelola secara produktif dan terintegrasi.
Dorongan tersebut menjadi pengingat bahwa pengembangan ekonomi Sumba Timur perlu bertumpu pada beragam sektor potensial, dengan mengoptimalkan sumber daya lokal sekaligus membuka ruang bagi inovasi, investasi, dan pengembangan pasar.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan dukungan dan sinergi dunia usaha untuk memperkuat investasi, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendorong pertumbuhan UMKM.
Pemerintah daerah, menurutnya, memandang KADIN sebagai mitra strategis dalam membangun iklim usaha yang kondusif. Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu menghadirkan berbagai terobosan yang menjawab tantangan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat.
“Melalui kepengurusan KADIN yang baru, diharapkan lahir berbagai terobosan dan program kerja yang mampu menjawab tantangan dunia usaha sekaligus memanfaatkan potensi ekonomi Sumba Timur secara berkelanjutan,” tandas Yon Hani.
Pelantikan dan pengukuhan pengurus KADIN Sumba Timur periode 2026–2031 ini diharapkan menjadi titik awal penguatan kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha. Dengan mengoptimalkan sektor UMKM, pertanian, peternakan, pangan, dan pariwisata, KADIN diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah serta memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat Sumba Timur.
**Liputan: Media HUMBA**


Berita Terkait
Bupati Umbu Lili Mengukuhkan/Melantik Badan Pengurus Marapu Kabupaten Sumba Timur Periode 2026-2030
Mahu Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Kecamatan Di Sebutkan Dukungan Infastruktur Masih Minim
Dr. Umbu Rudi Kabunang Menyambut Baik Layanan Kapal Perintis Kembali Berlayar Di NTT
Reses di Desa Mondu, Kecamatan Kanatang, Anggota DPR RI Umbu Rudi Kabunang Tegaskan Aspirasi Masyarakat Menjadi Agenda Perjuangannya di Tingkat Nasional
Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-XXX, Wakil Bupati Sumba Timur Mendorong Penguatan Peran Daerah Dalam Mewujudkan Asta Cita
Seleksi Terbuka JPT Pratama Untuk Mengisi 6 Jabatan Perangkat Daerah Yang Masih Kosong
Penyerahan Bantuan Aspirasi Traktor Roda 4 kepada Kelompok Tani Di Sumba Timur Oleh DPR RI Viktor Laiskodat
Bupati dan Wakil Bupati Hadiri Rapat Paripurna III Masa Persidangan II DPRD Kabupaten Sumba Timur Tahun Sidang 2025-2026*
TransNusa Buka Rute Waingapu-Denpasar PP, Bupati Sumba Timur: Diharapkan Memberikan Kemudahan Bagi Masyarakat Serta Meningkatkan Kunjungan Wisatawan
Bank NTT Serahkan Bantuan Dana CSR Kepada Pemda Sumba Timur Sebagai Bentuk Dukungan Terhadap Pengembangan Fasilitas UMKM