Anggota DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat Terus Perkuat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Sumba Timur

photo author
- Jumat, 25 September 2026
Anggota DPR RI Viktor Bungtilu Laiskodat Terus Perkuat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Sumba Timur

Waingapu, MediaHumba.com - Anggota DPR RI, Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat Kembali melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di Kabupaten Sumba Timur. Sosialisasi tersebut berlangsung di Aula Sekolah Tinggi Teologi (STT) Lewa, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur Jumat (25/9/2026). 

Kegiatan ini dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur, Umbu Tamu Ridi Djawamara, S.H., M.H, Tenaga Ahli DPR RI, Tomy Umbu Pura, Rektor STT Lewa, Narasumber utama, Dr. Lasarus U.L Pinyawali serta dihadiri para dosen, mahasiswa/akademisi, serta elemen masyarakat. 


Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) tersebut sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat dan para mahasiwa tentang nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Kegiatan Sosialisasi ini diawali dengan sambutan dari Rektor STT Lewa, Dr. Suryaningsih Milla. Dalam sambutannya ia mengungkapkan jika pelaksanaan sosialisasi 4 Pilar kebangsaan itu dimaksudkan untuk semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat di tengah situasi dan kondisi yang terjadi saat ini.   Diharapkan dengan persatuan dan kesatuan yang semakin baik maka kesejahteraan dan kemakmuran rakyat yang menjadi cita-cita bersama dapat terwujud.

“Semangat kebersamaan harus tetap dijaga kepada seluruh masyarakat terutama generasi muda dengan menciptakan karakter generasi muda yang mencintai bangsanya dan menjadi agen perubahan,” ujarnya. 

Lebih lanjut, Suryaningsih juga memberikan apresiasi kepada DPR RI Viktor Laiskodat yang telah menyelenggrakan kegiatan sosialisasi di STT Lewa. Ia menyambut baik dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan yang bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat dan mahasiswa terhadap nilai-nilai kebangsaan.


‎Sementara itu, Umbu Tamu Ridi yang mewakili Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat, menyampaikan bahwa sosialisasi 4 empat pilar kebangsaan hari ini seharusnya dihadiri secara langsung oleh Anggota DPR RI Viktor Laiskodat. Namun karena bertetapan dengan dilaksanakan sidang paripurna sehingga ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI tersebut tidak bisa hadir. 

Anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur Dapil V ini juga menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan Empat Pilar sebagai fondasi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di tengah keragaman budaya dan identitas masyarakat Sumba Timur.

Ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan sungguh-sungguh dan menjadikan materi yang diperoleh sebagai bekal untuk meningkatkan wawasan kebangsaan serta memperkuat semangat persatuan di lingkungan masing-masing.

“Melalui sosialisasi ini, diharapkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta masyarakat yang menjunjung tinggi persatuan, toleransi, demokrasi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Umbu Tamu. 

Lebih jauh, Umbu Ridi menegaskan, Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi landasan konstitusional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. NKRI wajib dijaga keutuhannya, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika mengingatkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan dalam membangun persatuan. 


“Diperlukan ada upaya menjadikan empat pilar sebagai basis tingkah laku dalam konteks kebangsaan. Pancasila tidak hanya dimengerti dan dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.


Sementara itu, Pdt. Dr. Lasarus U.L. Pinyawali, M.Si yang merupakan narasumber utama pada kegiatan ini menjelaskan bahwa  empat pilar kebangsaan adalah kumpulan nilai-nilai luhur yang dibuat oleh para pendiri bangsa yang harus dipahami oleh seluruh masyarakat dan menjadi panduan dalam kehidupan bernegara untuk mewujudkan bangsa dan negara yang adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat.

“Setiap pilar memiliki tingkat, fungsi, dan konteks yang berbeda. Dalam hal ini, posisi Pancasila tetap ditempatkan sebagai nilai fundamental berbangsa dan bernegara. Pengamalan nilai-nilai empat pilar diharapkan dapat mengukuhkan jiwa kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme generasi penerus bangsa,” jelasnya. 

Dalam pemaparannya, Lasarus menjelaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan terdiri dari Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan bangsa.

“Generasi muda adalah penerus bangsa. Karena itu pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan perlu ditanamkan sejak dini agar masyarakat dan mahasiwa memiliki karakter yang kuat, berintegritas, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman,” ujarnya. 

Ia juga menekankan bahwa pendidikan kebangsaan bagi para mahasiwa sebaga generasi penerus bangsa memiliki peran penting dalam menjaga persatuan bangsa, terutama di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi saat ini.

“Mahasiswa sebagai agen perubahan dan generasi penerus bangsa diharapkan mampu menjadi generasi yang berprestasi sekaligus memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat, menjunjung tinggi toleransi, serta menjaga persatuan dan kebersamaan,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Melalui kegiatan ini diharapkan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan semakin kuat serta dapat membentuk karakter yang cinta tanah air dan menghargai keberagaman.

Liputan: Media HUMBA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berita Terkait

Rekomendasi

Terkini

X
Iklan Media Humba