Waingapu MediaHumba.com - Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian terus menggenjot program cetak sawah rakyat sebagai salah satu upaya mempertahankan swasembada pangan nasional. Di Kabupaten Sumba Timur, program tersebut mulai direalisasikan pada tahun 2026 dengan total luas mencapai 935 Hektare dengan alokasi anggaran 32 Milliar Rupiah.
Guna memastikan pelaksanaan program tersebut, pemerintah Kabupaten Sumba Timur menghadiri Sosialisasi Pekerjaan Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026 yang diinisiasi Dirjen Balai Besar Lahan dan Irigasi Pertanian Republik Indonesia yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Wulla Waijelu, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali dan Wakil Bupati Yonathan Hani.
Sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut program Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian dalam rangka pelaksanaan Program Cetak Sawah Tahun Anggaran 2026. Program ini diharapkan meningkatkan luas baku sawah, memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas pertanian dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Sumba Timur.
Program Cetak Sawah menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan lahan yang tetap dimiliki dan dikelola masyarakat, didukung mekanisasi, benih unggul, irigasi, dan teknologi modern, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas peluang usaha, serta mewujudkan kemandirian pangan dari tanah mereka sendiri.
Dalam sambutannya, Bupati Umbu Lili Pekuwali menegaskan bahwa program cetak sawah merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam mendukung target swasembada pangan nasional sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.
“Kami berharap program cetak sawah rakyat tahun 2026 di Kabupaten Sumba Timur dapat menambah luas lahan sawah produktif di daerah, meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional,” ujar Umbu Lili.
Lebih lanjut, Umbu Lili menegaskan bahwa program ini tidak dapat berjalan apabila pemerintah berjalan sendiri. Oleh sebab itu, dibutuhkan dukungan dan sinergi serta kolaborasi dari semua pihak mulai dari pemerintah desa, kecamatan, para kelompok tani dan masyarakat, sehingga apa yang menjadi target dalam program tersebut dapat tercapai.
Ia juga mengingatkan kepada semua pihak yang terlibat dalam program percetakan sawah agar pelaksanaan program dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kami sadar bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, sehingga diharapkan dukungan dari seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan, agar apa yang menjadi target nasional tercapai di Kabupaten Sumba Timur,” kata Bupati.
Dengan terealisasinya program ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur optimis dapat meningkatkan produksi dan produktivitas hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan swasembada pangan serta dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani di Sumba Timur.
Kegiatan ini turut dihadiri, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Sumba Timur, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Peternakan, Camat Wulla Waijelu, Forkopimcam, para kepala desa, penyuluh pertanian, ketua gapoktan, perwakilan kelompok tani, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.
Liputan: Media Humba


Berita Terkait
Kabupaten Sumba Timur Sebagai Daerah Dengan Indeks Pelayanan Publik Terbaik Di Pulau Sumba Tahun 2025
Audiensi Bersama Gubernur Bali : Bupati Sumba Timur dan Wagub NTT Membahas Permasalahan Diaspora NTT di Bali
Sumba Timur Jadi Panutan: Raih Penghargaan Daerah Perbatasan Terinovatif (IGA) 2025
Raker Pamong Praja dan Musrenbang Kabupaten 2026, Bupati Sumba Timur Tegaskan Sebagai Ruang Strategis Untuk Membahas Berbagai Kebijakan
Wabup Yon Hani Hadir Sebagai Narasumber Pada Kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Generasi Muda Dan Gelar Wicara
*Rayakan Momen Istimewa Bersama Orang Terkasih Melalui “A Romantic Escape in Sumba” di Rasa Mame Restaurant, MYZE Hotel Waingapu*
Pembukaan Festival Budaya Sumba Timur 2026, Wabup Yon Hani: Sumba Tanpa Budaya, Adalah Rumah Kosong Yang Indah Dan Hampa Tanpa Jiwa
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali Resmikan Gedung Ibadah Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Praiwora
MYZE Hotel Waingapu Perkenalkan Ratu Ngai Spa Sebagai Fasilitas Unggulan Terbaru
Lanjutan Program #Kasih, Komunitas Anak Muda di Waingapu Bantu Pedagang Kacang Rebus Lansia Lewat Kegiatan #5Kasih