Audiensi Bersama Gubernur Bali : Bupati Sumba Timur dan Wagub NTT Membahas Permasalahan Diaspora NTT di Bali

photo author
- Sabtu, 31 Januari 2026
Audiensi Bersama Gubernur Bali : Bupati Sumba Timur dan Wagub NTT Membahas Permasalahan Diaspora NTT di Bali

Denpasar, mediahumba.com- Dalam rangka memperbaiki hubungan sosial kemasyarakatan  antara masyarakat Bali dan Diaspora NTT khususnya Pulau Sumba, Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali melakukan kegiatan audiensi bersama Gubernur Provinsi Bali, I Wayan Koster, bertempat di Aula Kantor Gubernur Provinsi Bali. Jumat (30/01/2026). 

Audiensi yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi NTT tersebut, turut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTT, Johny Asadoma, Bupati Sumba Barat Daya, Ny. Ratu Ngadu Bonnu Wula, Wakil Bupati Sumba Tengah, Marthinus Umbu Djoka, Forkopimda Provinsi Bali, bertujuan untuk membuka ruang dialog dan diskusi serta mencari solusi terkait dinamika hubungan sosial kemasyarakatan  dan berbagai persoalan ketenagakerjaan, adminstrasi kependudukan hingga perlindungan kepada Diaspora asal NTT yang berdomisili, menempuh pendidikan ataupun bekerja di Pulau Dewata tersebut. 

Dalam kesempatan ini, Bupati Sumba Timur, menyampaikan apresiasi dan ucapan Terima kasih kepada pemerintah Provinsi Bali yang sudah bersedia untuk melakukan audiensi, sehingga persoalan Diaspora NTT, khususnya Kabupaten Sumba Timur dapat diselesaikan dengan mengedepankan pendekatan humanis, kekeluargaan, kolaboratif lintas sektor dan berlandaskan hukum dan asas yang berlaku. 


"Pemerintah Kabupaten Sumba Timur akan terus berkomitmen dan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dan Pemprov Bali, agar warga NTT khususnya Sumba Timur dapat memperoleh perlindungan, pembinaan serta kepastian hukum selama di Bali. Kami juga atas nama Pemerintah dan masyarakat Sumba Timur menyampaikan permohonan maaf, atas tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh oknum masyarakat Sumba Timur yang telah menggangu kenyamanan dan kondusifitas di Pulau Bali", ujar Umbu Lili. 

Pada kesempatan ini juga, Wakil Gubernur Provinsi NTT, Johny Asadoma menjelaskan, secara historistik Bali dan NTT bukan sekedar tetangga secara geografis dalam gugusan kepulauan Sunda Kecil, melainkan dua wilayah yang dipersatukan oleh benang merah sejarah, kemiripan lanskap sosio-ekologis, serta semangat kekeluargaan yang kuat. 

Johny Asadoma juga menerangkan bahwa bagi kebanyakan masyarakat Nusa Tenggara Timur, bahwasannya Bali kerap dipandang sebagai rumah kedua untuk mencari nafkah, menempuh pendidikan dan membangun masa depan. 

Lebih lanjut, Wagub NTT juga menyampaikan permohonan maaf terhadap Pemerintah Bali dan masyarakat Bali atas ketidaknyamanan akibat berbagai perbuatan yang tidak menyenangkan dan meresahkan akibat perlakuan sejumlah oknum Diaspora NTT belakangan ini. 

"Melalui momentum ini, atas nama Pemerintah dan masyarakat NTT, dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah dan masyarakat Bali atas tindakan dan perlakuan yang tidak menyenangkan dan sangat meresahkan yang dilakukan oleh beberapa oknum Diaspora NTT", ungkap Johny Asadoma. 

Diharapkan dengan adanya audiensi ini, harmoni antara warga Bali dan Diaspora asal NTT dapat kembali terjalin dengan baik. Perlunya kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga hubungan sosial kemasyarakatan, sehingga berbagai kasus yang terjadi beberapa waktu terakhir dapat dimaknai sebagai momentum refleksi diri.***

Liputan: Media Humba.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berita Terkait

Rekomendasi

Terkini

X
Iklan Media Humba