*Waingapu, mediahumba.com* - Awal mei 2026 menjadi momentum bersejarah bagi Gereja Kristen Sumba (GKS) Jemaat Kalu. Tepatnya Jumat, 1 Mei 2026, Gereja tersebut resmi dimekarkan untuk menjadi jemaat mandiri yang sebelumnya menjadi cabang dari GKS Jemaat Payeti.
Pemekaran ini dirayakan lewat ibadah yang dihadiri ratusan jemaat, para tokoh masyarakat, para pendeta dari berbagai GKS se-Sumba, dan dihadiri wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani bersama istri dan jajaran pejabat daerah serta pimpinan OPD.
Kehadiran pemerintah daerah memberikan makna tersendiri bagi jemaat GKS Kalu, mempertegas pemerintah dan Gereja berjalan beriringan dalam semangat pelayanan dan pengabdian.
Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, dalam sambutannya mengapresiasi atas peran Gereja Kristen Sumba dalam mendukung pembangunan sosial dan spritual masyarakat di Kabupaten Sumba Timur. Ia menegasksn bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan menjadi bagian penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, berkarakter dan beriman.
"Pemerintah daerah menyambut setiap upaya pelayanan yang mendekatkan masyarakat pada nilai-nilai iman, sekaligus memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial", ujarnya.
Ia juga berharap pemekaran GKS Jemaat Kalu, dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada umat serta memperluas jangkauan pembinaan rohani ditengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Sinode GKS, Pdt. Marlin Lomi pada kesempatan ini menyampaikan bahwa GKS Jemaat Kalu resmi menjadi jemaat mandiri ke-294 dalam lingkup sinode Gereja Kristen Sumba.
"Ini bukan sekadar penambahan angka jumlah gereja mandiri di Pulau Sumba, melainkan pertumbuhan iman yang nyata ditengah kehidupan masyarakat", jelasnya.
Pada kesempatan ini, Pendeta Theresia Ella Rambu Hada yang ditahbiskan menjadi Pendeta di GKS Jemaat Kalu diberikan kesempatan untuk melakukan khotbah perdana.
Khotbah perdana Pendeta Ella dengan mengutip bacaan dari Alkitab 1 Korintus 12:12-31 dengan tema renungan "Berderap Menuju Keutuhan Tubuh Kristus".
Dalam khotbahnya, Pdt. Ella menegaskan bahwa gereja bukan kumpulan orang yang seragam, melainkan tubuh Kristus yang terdiri dari banyak anggota dengan fungsi yang berbeda. Ada yang memimpin, mengajar, melayani, mendoakan, menguatkan dan bekerja. Semua berbeda, tetapi semuanya pentingnya.
"Tubuh itu satu dan anggota- anggotanya banyak. Artinya, kesatuan dan keberagaman berjalan bersama. Gereja tidak dipanggil menjadi seragam, tetapi menjadi satu. Inilah yang didoakan Tuhan Yesus dalam 17:21, supaya mereka menjadi satu. Kesatuan bukan berarti semua sama, tetapi semua terikat didalam Kristus", tegasnya.
Segala rangkaian prosesi pemekaran dan pentahbisan pendeta di GKS Jemaat Kalu tersebut berjalan dengan khidmat dan penuh sukacita.
*Liputan: Media Humba*


Berita Terkait
Final Palapang Njara Humba Cup IV, Berikut Daftar Juara Dari Berbagai Kelas
Diinisiasi DPR-RI Umbu Rudi Kabunang, Turnamen Pacuan Kuda Karya Cup 2026 Resmi Dibuka Oleh Bupati Sumba Timur
Afkab Sumba Timur Menggelar Seleksi Pemain Futsal U-18, Untuk Persiapan Porprov NTT 2026*
Humba Merdeka Festival 2026 Ditutup Dengan Penyerahan Hadiah Kepada Pemenang Dari Berbagai Jenis Perlombaan
Pelepasan Kontingen Bola Voli Sumba Timur Untuk Mengikuti Turnamen Ben Mboi Memorial Cup (BBMC) 2025
HUT RSK Lindimara ke-113: LindimaRUN untuk Kesehatan dan Kebersamaan.
Bupati Umbu Lili Melepas Secara Resmi Kontingen Pesparawi Sumba Timur Ke Manokwari, Papua Barat
Pandawai Sebagai Kecamatan Pembuka Kegiatan Musrenbangcam Se-Kabupaten Sumba Timur Tahun 2026
Buka Turnamen Bola VoIi Antar Umat Umamapu Cup, Wabup Yon Hani: Melalui Olahraga Dijadikan Ajang Untuk Memperkuat Kebersamaan Dan Toleransi
Festival Humba Merdeka 2026 Turut Dimeriahkan Dengan Pertandingan Tinju Amatir