Diinisiasi DPR-RI Umbu Rudi Kabunang, Turnamen Pacuan Kuda Karya Cup 2026 Resmi Dibuka Oleh Bupati Sumba Timur

photo author
- Minggu, 21 Juni 2026
Diinisiasi DPR-RI Umbu Rudi Kabunang, Turnamen Pacuan Kuda Karya Cup 2026 Resmi Dibuka Oleh Bupati Sumba Timur

*Lewa Tidahu, mediahumba.com - Turnamen pacuan kuda Karya Cup secara resmi dibuka oleh Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali di arena pacuan kuda Malelu-Laitena, Kecamatan Lewa Tidahu, Sabtu (20/6/2026). 


Turnamen yang diinisiasi oleh anggota DPR-RI, Umbu Rudyanto Kabunang tersebut, diharapkan tidak hanya menjadi arena kompetisi bagi pecinta kuda pacu, melainkan mampu menjaga kelestarian tradisi turun temurun di Pulau Sumba. 

Melalui penyelenggaraan Karya Cup 2026 diharapkan sebagai momentun dalam mempertahankan warisan budaya sekaligus mendorong pembinaan atlet berkuda di Pulau Sunba. Karena, pacuan kuda selama ini dikenal sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Sumba yang memiliki nilai historis dan sosial yang kuat. 

Selain itu, turnamen tersebut juga memiliki dampak ekonomi dan pariwisata. Kehadiran peserta, pendamping, dan penonton dari berbagai wilayah diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perdagangan, kuliner, hingga jasa transportasi dan penginapan.

Sebanyak 345 ekor kuda dari berbagai kelas akan ambil bagian dalam turnamen tersebut. Jumlah peserta yang besar itu menunjukkan begitu besar animo masyarakat terkait penyelenggaraan turnamen Pacuan Kuda. Ini membuktikan bahwa olahraga pacuan kuda yang telah diwariskan turun-temurun tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Pulau Sumba . 


Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga turnamen dapat terselenggara dengan baik. 

Menurutnya, pacuan kuda merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Sumba yang memiliki nilai historis dan sosial yang sangat tinggi sehingga harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan sehingga dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang. 

“Pacuan kuda merupakan warisan budaya masyarakat Sumba yang memiliki nilai sejarah, nilai sosial, dan nilai budaya yang sangat tinggi. Karena itu, tradisi ini harus terus kita pelihara dan kembangkan agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan generasi mendatang,” ujarnya.


Umbu Lili juga menegaskan bahwa pacuan kuda tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sumba Timur, tetapi juga merupakan aset budaya yang memiliki daya tarik besar bagi pengembangan daerah. Ia berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga keamanan selama berlangsungnya perlombaan. 


Umbu Lili berkomitmen bahwa Pemerintah Kabupaten Sumba Timur akan terus mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus mengembangkan olahraga berkuda dan pariwisata sebagai bagian dari pembangunan dan peningkatan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Dr. Umbu Rudi Kabunang, menegaskan bahwa Karya Cup 2026 diselenggarakan sebagai bentuk komitmen untuk membangkitkan kembali gairah olahraga berkuda di Pulau Sumba. 

"Dengan antusias yang begitu besar dari masyarakat yang mengikuti Karya Cup 2026, ini membuktikan bahwa potensi olahraga berkuda di Pulau Sumba masih sangat besar dan perlu didorong melalui kompetisi yang lebih besar dan berkelanjutannya", tandasnya. 

Lebih lanjut, Umbu Rudi Kabunang yang juga merupakan Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT menilai, pacuan kuda tidak hanya melahirkan atlet dan kuda-kuda berkualitas, tetapi juga membuka ruang tumbuhnya sektor ekonomi rakyat, mulai dari peternakan kuda, perdagangan, hingga sektor pariwisata.

*Liputan: Media Humba*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berita Terkait

Rekomendasi

Terkini

X
Iklan Media Humba