Manajer SPBU Matawai Ungkap Penyebab Antrian Panjang Pengisian BBM di Sumba Timur

photo author
- Kamis, 06 November 2025
Manajer SPBU Matawai Ungkap Penyebab Antrian Panjang Pengisian BBM di Sumba Timur

Waingapu - Media Humba.com Antrian panjang yang terjadi di hampir seluruh SPBU di Sumba, khususnya di dua SPBU yang ada di dalam kota Waingapu Sumba Timur adalah hal yang klasik.

Untuk mengatasi hal tersebut bukannya tidak ada upaya, baik dari pihak penyalur/ depot pertamina, pihak SPBU bahkan dari DPRD dan Pemerintah namun karena hal ini adalah termasuk kebutuhan dasar yang tidak mudah di belokkan atau di arahkan maka hampir semua pendekatan belum menjadi jalan keluar yang baik.

Datuk Alwi Algadri manejer SPBU Matawai saat di temui oleh Media Humba.com di ruang kerjanya belum lama ini mengatakan "Dari hasil pengamatan saya di lapangan sampai kapanpun hal ini akan sulit di atasi karena sudah menjadi tempat pelarian sebagian masyarakat untuk mencari rejeki, rata - rata pengantri itu bukan untuk di pakai sendiri tapi mereka menjualnya kembali ada eceren perliter ada juga yang jual perjerigen dan di distribusikan oleh mereka sendiri untuk ke wilayah - wilayah kecamatan yang masih sulit dengan akses pelayanan BBM" katanya.

Sumba Timur memiliki 22 Kecamatan namun yang sudah ada layanan SPBU baru 6 Kecamatan sehingga untuk di wilayah 16 Kecamatan lainnya rata -rata harus menggunakan jerigen dan yang mendistribusikan juga adalah masyarakat sendiri, dari mengantri hingga sampai penjualan pelakunya adalah masyarakat, dan 6 SPBU inipun tidak semua menyediakan 4 jenis BBM yaitu solar bersubsidi, solar non subsudi juga bensin subsidi pertalite dan nonsubsidi Pertamax.

Menurut Datuk, dengan fakta dan kondisi di atas kita dapat menyimpulkan bahwa penyebab utama pelayanan di SPBU menjadi terlihat sulit adalah :

1.Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah 16 kecamatan  harus mengantri dengan pengisian jerigen.

2. Masyarakat beralih secara sporadis dalam membeli dan menjual kembali karena nilai keuntungannya lumayan besar, 

3. Sulitnya lapangan pekerjaan sehingga masyarakat mau tidak mau harus ambil resiko tinggi walaupun mereka tahu bahwa barang ini mudah menyulut api dan kebakaran.

"Kami juga sudah di panggil oleh DPRD Kab Sumba timur dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dan kami telah menyampaikan hal ini, dan karena ini adalah persoalan dan semua regulasinya di atur oleh pusat maka untuk kami di daerah tidak bisa berbuat banyak selain tetap berkomitmen melayani masyarakat secara manusiawi, mereka adalah saudara kita, masyarakat kita yang hanya ingin berusaha menjalankan peran mereka selaku tulang punggung keluarga dalam mencari rejeki dan dengan segala macam beban tanggung jawab sosial yang ada, sehingga kami kadang- kadang sedih dan ikut prihatin, Kami meminta pemerintah lewat penertiban penjual eceran oleh Pol-PP yang kadang menyita BBM di masyarakat, menertibkan boleh tapi janganlah di sita, ungkap Datuk yang adalah manejer SPBU Matawai yang telah berdiri sejak tahun 1981.

Lebih lanjut beliau juga mengatakan bahwa sesuai edaran pemerintah tentang pembatasan pengisian setiap kendaraan baik roda dua, roda empat dan roda enam ke atas sudah ada dalam surat edaran tersebut, jadi untuk menjadi masyarakat yang baik mari  terus menyesuaikan diri, mematuhi semua aturan yang ada agar bisa menjaga harmonisasi hubungan baik  antara pihak SPBU dengan masyarakat maupun terhadap pemerintah.Tutupnya.*

Liputan : Media Humba


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Berita Terkait

Rekomendasi

Terkini

X
Iklan Media Humba