Waingapu - Media Humba.com Antrian panjang yang terjadi di hampir seluruh SPBU di Sumba, khususnya di dua SPBU yang ada di dalam kota Waingapu Sumba Timur adalah hal yang klasik.
Untuk mengatasi hal tersebut bukannya tidak ada upaya, baik dari pihak penyalur/ depot pertamina, pihak SPBU bahkan dari DPRD dan Pemerintah namun karena hal ini adalah termasuk kebutuhan dasar yang tidak mudah di belokkan atau di arahkan maka hampir semua pendekatan belum menjadi jalan keluar yang baik.
Datuk Alwi Algadri manejer SPBU Matawai saat di temui oleh Media Humba.com di ruang kerjanya belum lama ini mengatakan "Dari hasil pengamatan saya di lapangan sampai kapanpun hal ini akan sulit di atasi karena sudah menjadi tempat pelarian sebagian masyarakat untuk mencari rejeki, rata - rata pengantri itu bukan untuk di pakai sendiri tapi mereka menjualnya kembali ada eceren perliter ada juga yang jual perjerigen dan di distribusikan oleh mereka sendiri untuk ke wilayah - wilayah kecamatan yang masih sulit dengan akses pelayanan BBM" katanya.
Sumba Timur memiliki 22 Kecamatan namun yang sudah ada layanan SPBU baru 6 Kecamatan sehingga untuk di wilayah 16 Kecamatan lainnya rata -rata harus menggunakan jerigen dan yang mendistribusikan juga adalah masyarakat sendiri, dari mengantri hingga sampai penjualan pelakunya adalah masyarakat, dan 6 SPBU inipun tidak semua menyediakan 4 jenis BBM yaitu solar bersubsidi, solar non subsudi juga bensin subsidi pertalite dan nonsubsidi Pertamax.
Menurut Datuk, dengan fakta dan kondisi di atas kita dapat menyimpulkan bahwa penyebab utama pelayanan di SPBU menjadi terlihat sulit adalah :
1.Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah 16 kecamatan harus mengantri dengan pengisian jerigen.
2. Masyarakat beralih secara sporadis dalam membeli dan menjual kembali karena nilai keuntungannya lumayan besar,
3. Sulitnya lapangan pekerjaan sehingga masyarakat mau tidak mau harus ambil resiko tinggi walaupun mereka tahu bahwa barang ini mudah menyulut api dan kebakaran.
"Kami juga sudah di panggil oleh DPRD Kab Sumba timur dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Dan kami telah menyampaikan hal ini, dan karena ini adalah persoalan dan semua regulasinya di atur oleh pusat maka untuk kami di daerah tidak bisa berbuat banyak selain tetap berkomitmen melayani masyarakat secara manusiawi, mereka adalah saudara kita, masyarakat kita yang hanya ingin berusaha menjalankan peran mereka selaku tulang punggung keluarga dalam mencari rejeki dan dengan segala macam beban tanggung jawab sosial yang ada, sehingga kami kadang- kadang sedih dan ikut prihatin, Kami meminta pemerintah lewat penertiban penjual eceran oleh Pol-PP yang kadang menyita BBM di masyarakat, menertibkan boleh tapi janganlah di sita, ungkap Datuk yang adalah manejer SPBU Matawai yang telah berdiri sejak tahun 1981.
Lebih lanjut beliau juga mengatakan bahwa sesuai edaran pemerintah tentang pembatasan pengisian setiap kendaraan baik roda dua, roda empat dan roda enam ke atas sudah ada dalam surat edaran tersebut, jadi untuk menjadi masyarakat yang baik mari terus menyesuaikan diri, mematuhi semua aturan yang ada agar bisa menjaga harmonisasi hubungan baik antara pihak SPBU dengan masyarakat maupun terhadap pemerintah.Tutupnya.*
Liputan : Media Humba


Berita Terkait
Bupati Sumba Timur Audiensi dengan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Bahas Penataan dan Pemekaran Desa
Viktor Bungtilu Laskodat Gelar Reses di Sumba Timur, Fokus Serap Aspirasi dan Dorong Pembangunan Daerah
MYZE Hotel Waingapu Hadirkan SAVEtember Escape, Paket Menginap untuk Menikmati September di East Sumba
Gerakan Pasar Murah, Upaya Pemerintah Sumba Timur Dalam Menjaga Stabilitas Harga Selama Bulan Ramadhan
Gelar Wisuda Perdana, Politeknik Kesehatan Bakti Sumba Mewisudakan 41 Mahasiswa/i Ahli Madya Prodi Farmasi
Pimpin Rapat Evaluasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Semester I Tahun 2026, Wabup Sumba Timur Tekankan Agar Potensi Daerah Dapat Dikembangkan Secara Optimal
TransNusa Buka Rute Waingapu-Denpasar PP, Bupati Sumba Timur: Diharapkan Memberikan Kemudahan Bagi Masyarakat Serta Meningkatkan Kunjungan Wisatawan
Bank NTT Serahkan Bantuan Dana CSR Kepada Pemda Sumba Timur Sebagai Bentuk Dukungan Terhadap Pengembangan Fasilitas UMKM
Bupati Sumba Timur Hadiri Rapat Koordinasi Daerah Bersama Menteri ATR/BPN Untuk Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan
Bupati Umbu Lili Lepas Secara Resmi Kafilah MTQ Sumba Timur Untuk Mengikuti Lomba Tingkat Provinsi NTT